Sunday, 24 August 2014

Jejak Sejarah di Bumi Minyak Takaran kepulauan Kalimantan Timur

Pompa-Sumur-Angguk-yang-sudah-tidak-berfungsi

Jika dilihat pada gambar peta kepulauan indonesia Tarakan berada pada pulau kecil dan masih masuk wilayah kalimantan timur. kecil bahkan nyaris tak terlihat dalam deretan kepulauan indonesia. sehingga banyak orang yang belum kenal dan mengetahui keberadaan kota ini. wah, jangan salah ! meski kecil rupanya kota ini menyimpan jejak sejarah yang tak dapat dipisahkan dari rentetan sejarah nasional bangsa indonesia. sejarah panjang tersebut bermula dari minyak.

Ya, minyak bumi yang terkandung dalam perut bumi tarakan ini menjadi pemicu datangnya kolonial belanda. ketenangan masyarakat sempat terusik ketika tahun 1896, sebuah perusahaan perminyakan belanda BPM (Bataavishe Petroleum Maatchapij) menemukan adanya sumber minyak di pulau ini.

Mulai saat itu, tepatnya sejak 1918 Pemerintah Hindia Belanda melalui BPM (Bataavishe Petroleum Maatchapij) gencar menggelar pompa-pompa angguk dan menara-menara mengeksplorasi "Emas Hitam" dari dalam perut bumi pulau kecil ini. Karena, ladang minyaknya yang berkualitas dalam kategori world purest oil, Tarakan menjadi salah satu pemicu Perang Pasifik. Ladang Minyak ini di perebutkan oleh Jepang dan bangsa-bangsa Eropa.

Letak yang strategis dengan kandungan minyak yang berkualitas membuat Jepang melirik Tarakan. Hingga pada Perang Dunia II, tepatnya 11 Januari 1942 Jepang menguasai Tarakan dengan mengalahkan Belanda. Kemurnian minyak dari perut bumi Tarakan memang luar biasa. Sehingga pada waktu itu minyak yang menyembur dari perut bumi Tarakan tidak perlu disuling lagi, bisa langsung digunakan masuk ke tangki mesin-mesin perang mereka.

Serangan ke Tarakan ini rupanya membuka jalan untuk serbuan kesumber minyak lainnya di wilayah Balikpapan, Tanjung, Pangkalan Brandan, Palembang hingga cepu di Pulau jawa. hingga akhirnya kekuasaan jepang dilumpuhkan oleh Sekutu pada 1 mei 1945. Tidak lama Sekutu menguasai Tarakan karena pada Tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia Merdeka.

Ya, ini merupakan Jejak Sejarah yang tentunya tidak sedikit memakan korban yang disebabkan oleh "minyak".

bersambung...........!

Friday, 27 June 2014

Bahagia itu Indah

Bahagia itu dasarnya harus dibangun, setelah dibangun dan diusahakan dengan susah payah maka mesti dipertahankan dan dijaga sebaik-baiknya, isi oleh hati yang ikhlas. menerima dan menjalani setiap sesi dari sekian banyak pos-pos yang ada, akhirnya kebahagian itu mengikuti serta dapat dirasakan keutuhannya melalui syukur atas apa yang kita peroleh baik dalam bentuk apapun. jangan menunggu bahagia hingga jika nanti puas, namun puaskan hatimu dengan bahagia.

http://instalulangpamulang.blogspot.com/2013/09/melayani-jasa-instal-ulang.html

Wednesday, 25 June 2014

Obat Untuk Aku

mau cerita sedikit tadi di tempat kerja batuk-batuk keras dan sangat mengganggu sakit nyeri dada dan tenggorokan sulitnya cari-cari obat yang sudah diresepkan dari dokter namanya codeine 30 Mg memang sulit memperoleh obat ini soalnya selain obat ini tergolong obat lama obat ini juga mengandung narkotik yang efeknya bisa teler alias cepet sekali ngantuk, mudah ngedapetin obat ini tapi, dirumah sakit dan engga dengan cara yang mudah.. bisa-bisa menghabiskan waktu seharian kalau berobat dirumah sakit huafz, belum minum obat tapi aku sudah teler duluan bukan, subhanallah halu lalang lihat banyak orang yang sakti seakan engga tega bgt buat melihat mereka. ya allah ya robbi didalam hati berikanlah kesembuhan untuk mereka satu persatu.. ringankanlah rasa sakit mereka, angkatlah penyakit mereka, kuatkanlah hati mereka dalam menerima nikmat-Mu ya robb yang berupa sakit.. sedikit aja ya curhatnya soalnya malam inipun aku sedang sakit alhamdulillah sudah dapat obat.. yang serupa fungsinya namun bukan yang aku maksud di atas.. bismillah do'akan aku juga yach semoga iin diangkat penyakitnya dan dapat segera sehat kembali semangat iin... semangat untuk diriku tawakal.. terimakasih ya allah, atas karunia yang engkau berikan aku dapat menikmati segala fasilitas yang engkau berikan secara cuma-cuma AllahuAkbar !! ^_^

Penyebab Komputer Sering Mati Tiba-Tiba, Hang Atau Crash

Sepuluh Penyebab Utama Kenapa Sistem Komputer PC / Laptop Sering Mati, Hang Atau Crash.

Apakah Anda pernah memiliki pengalaman dengan komputer PC atau laptop yang secara tiba-tiba berhenti beroperasi karena hang atau crash? Atau seringkali menemui pesan seperti, "This program performed an illegal operation and will be shut down"? Bahkan pada kasus tertentu, terkadang Anda juga menemukan bahwa mouse anda sering membeku dan Anda harus me-reset komputer Anda untuk mendapatkan kembali kontrol pada perangkat anda?

Ini adalah keluhan yang sangat umum bagi banyak pengguna komputer. Mengapa hal ini terjadi dapat disebabkan oleh banyak hal. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang penyebab paling umum dari masalah ini yang dikelompokkan berdasarkan kategori.

1. Konflik Antar Perangkat Keras (Hardware)
Konflik antar perangkat keras / hardware merupakan salah satu penyebab utama hang atau crash pada komputer PC maupun laptop. Secara umum setiap perangkat hardware (prosesor, mainboard, memory, dll) yang terpasang pada komputer anda berinteraksi melalui sebuah jalur IRQ (interrupt request channel). Contohnya, keyboard menggunakan IRQ1, printer biasanya terhubung pada IRQ7, dan floppy A pada IRQ6. Setiap hardware yg terhubung pada komputer memiliki jalur IRQ tersendiri, bersifat unik dan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Jika pada PC anda terpasang banyak hardware yang tidak terinstal secara sempurna, hal ini akan menyebabkan adanya konflik pada beberapa perangkat hardware yang menggunakan IRQ yang sama. Akibatnya Hang dan Crash akan biasa terjadi pada saat kita menggunakan kedua hardware tersebut pada saat yang bersamaan.


Untuk dapat mencegah dan menanggulangi hal ini, yang dapat anda lakukan antara lain, melakukan update pada perangkat driver yang terpasang di komputer. Dengan begitu diharapkan update driver yang terbaru dapat mengatasi masalah konflik tadi. Jika hardware yang terinstal berupa PCI Card (modem, soundcard, tv tuner dll), pemindahan PCI Card ke slot lain pada mainboard sering kali dapat menuntaskan masalah yang terjadi. Sebelum melakukan langkah-langkah ini, ada baiknya anda terlebih dahulu membaca panduan yang ada di buku manual produk hardware yang bersangkutan, atau bisa mencari panduan dan review dari sumber resmi atau sumber lain yg dapat dipercaya.

2. Kerusakan Pada Random Acces Memory (RAM)
Masalah pada RAM
 komputer anda biasanya menyebabkan Blue screen of death / BSOD (Layar Biru Kematian, atau kadang disebut "layar biru") dengan pesan yang muncul di monitor menyebutkan "Fatal Exception Error". Kadang-kadang memasang ulang RAM yang kita gunakan pada komputer dapat menyelesaikan masalah ini. Namun jika langkah ini telah anda lakukan dan komputer masih menunjukkan gejala yang sama, sebaiknya anda berkonsultasi dengan tenaga ahli yang biasa menangani masalah ini sebelum menentukan untuk menggantinya dgn yg baru.

Seringkali gejala "Fatal Exception Error" bisa juga terjadi karena ketidak cocokan (mismatch) pada chip RAM yang terpasang. Ini terjadi pada komputer PC yang memiliki dua keping RAM. Misalnya memadukan antara RAM 70-nanosecond (70ns) dengan 60ns akan memaksa komputer bekerja mengikuti kecepatan Ram yg lebih rendah. Hal ini sering mengakibatkan crash bila RAM bekerja terlalu keras (overworked) seperti menjalankan aplikasi berat (main game misalnya). 

Menaikkan nilai wait state pada RAM melalui menu bios sedikit banyak dapat menyelesaikan masalah diatas. Cara lain dengan mengatur ulang posisi Ram yang terpasang. Lepaskan Ram yang sering mengakibatkan crash. (Usahakan untuk tidak menyentuh tepi bagian bwh RAM yg berwarna keemasan). "Parity error" biasanya juga merujuk pada kesalahan RAM. RAM yg lebih bagus mengadopsi teknologi error correction check (ECC). Sebaiknya jangan memasangkan Ram ini bersama tipe Ram yg non-ECC karena kemungkinan besar akan menimbulkan masalah.


3. Kesalahan Pengaturan Menu BIOS

Setiap mainboard/motherboard memiliki pengaturan terhadap chipset yang sudah ditentukan oleh Vendor pembuatnya. Cara yg biasa digunakan untuk masuk ke menu BIOS adalah dengan menekan DELETE/DEL atau F2 pada keyboard saat komputer dihidupkan (beda produk beda pula cara masuk ke fungsi menu BIOS). Saat berada di menu BIOS, anda harus lebih berhati-hati. Catat semua perubahan yang anda lakukan pada selembar kertas adalah langkah pengamanan yang baik. Anda akan dengan mudah mengembalikan perubahan setting keposisi semula bila komputer menjadi tidak stabil.

4. Masalah Pada Hard Disk Drives

Setelah beberapa waktu digunakan, file/data yang ada didalam harddisk akan menjadi potongan data yg tersebar di beberapa bagian memori, atau istilahnya terfragmentasi. Adalah kebiasan yg baik bila mendefrag harddisk minimal seminggu sekali atau dijadwalkan melalui Task Scheduler. Keuntunganannya file dapat diload lebih cepat dan mencegah hang (screen freeze) pada komputer PC. Harddsik yang sarat muatan dapat mengurangi kinerja komputer. Bersihkan file-file yang tidak terpakai atau file yang sudah tidak diperlukan lagi dari temporary file dan temporary internet files. Untuk lebih mudahnya sebaiknya anda menggunakan bantuan software utilities.

5. Fatal OE Exceptions dan VXD Errors

Fatal OE exceptions dan VXD errors, sering disebabkan oleh masalah pada VGA card yang terpasang pada komputer. Periksa apakah ada hardware konflik antar device. Jika anda baru saja menambahkan VGA Card baru menggantikan VGA Onboard sebaiknya cek kembali settingan di menu BIOS motherboard anda. Update driver yang dianggap perlu, dan cari informasi / review mengenai perangkat yg anda gunakan.

6. Virus Komputer

Umumnya efek yg diakibatkan virus adalah ketidak stabilan pada komputer. Beberapa tipe virus menghapus boot sector pada harddisk sehingga windows gagal untuk start/booting. Anda mungkin akan tersadar betapa pentingnya sebuah software Anti Virus yang bisa bekerja dengan baik setelah komputer anda terjangkit virus dan virus tersebut berhasil dengan sukses menghilangkan data-data yang anda miliki. Sebaiknya anda membiasakan untuk secara teratur melakukan update pada database antivirus yang anda gunakan minimal sebulan sekali.

7. Masalah Pada Printer

Memprint file/dokumen yang berukuran besar, biasa dikenal dengan istilah postscript dapat mengakibatkan hang atau crash pada komputer PC. Printer umumnya hanya memiliki memory dengan kapasitas kecil, yang disebut buffer. Memory ini akan dengan mudah mengalami overloaded. Aktifitas printer juga menggunakan sebagian besar resource dari CPU, ini juga akan mengakibatkan performa komputer menjadi menurun. 

PC juga akan mengalami crash jika printer berusaha utk memprint karakter yg tak dikenalinya. Kadang printer juga tidak dapat merecover/memulihkan dirinya sendiri setelah crash yg diakibatkan kekacauan pada buffer printer. Cara yang dapat dilakukan untuk memulihkan buffer adalah dengan melepaskan koneksi printer dari sumber listrik selama sekitar 10 detik, dan printer anda bisa kembali digunakan.

8. Masalah Pada Perangkat Lunak (Software)

Software yang tidak terinstal dengan baik merupakan penyebab umum crash pada PC. Menginstall kembali/reinstal software tersebut seringkali dapat menyelesaikan masalah diatas. Biasakan membaca READ ME yang disertakan pada setiap sofware untuk menyesuaikan kebutuhan minimum yg diperlukan software tersebut untuk dapat digunakan dengan baik. Boot windows pada posisi Safe Mode (F8) kadang-kadang dapat menyelesaikan beberapa masalah yang berhubungan dengan software. Singkirkan start-up yg dicurigai mengakibatkan windows crash melalui menu msconfig yang diketikan dari menu Run.

9. Suhu PC Terlalu Panas (Overheat)

Central processing unit (CPU) biasanya dilengkapi dengan Kipas pendingin (heatsink fan) untuk menjaga suhu tetap stabil. Jika heatsink fan mengalami kerusakan atau kinerja kipas pendingin menurun atau CPU dipakai dalam waktu yang lama akan menghasilkan pesan kesalahan yang disebut "kernel error". Hal ini biasa terjadi pada chip yg di overclocked diatas kecepatan standarnya. CPU bermasalah pada beberapa kasus dapat diatasi dengan mendisable CPU internal cache pada bios, meskipun ini akan membuat kinerja CPU jadi menurun tapi yang jelas komputer menjadi lebih stabil. 

10. Masalah Pada Suplai Daya Listrik (Power Supply)

Tegangan yg tidak stabil mengakibatkan pasokan daya antar perangkat menjadi labil dan dapat mengakibatkan crash. Pertimbangkan menggunakan UPS (Uninterrupted Power Supply), ini akan memberikan anda kesempatan untuk men-shutdown komputer secara normal bila ada gangguan listrik. UPS juga merupakan investasi yg bagus untuk menjamin keselamatan data2 penting anda dari terputusnya aliran listrik yang tiba-tiba.

by: Akbar Al 'Ainiy

Saturday, 15 February 2014

sebutlah dia lembut dan mendayu

perkataannya lembut, aq mengenalnya dengan sebutan si lembut tepat sasaran, ucapannya menenangkan hati saudara lembut. bahagia aq mengenalmu, bahagia aq menjadi saudaramu saudara si lembut. dia menatapku dengan pandangan lewat pemahamannya. terandai-andai kamu yang lembut aq kenal dapat dibagi aq menginginkanmu menjadi penasehatku. kamu si lembut milik sesama, aq malu mengharapkanmu untuk aq ingini sendiri sebagai penasehatku. saudara ku si lembut. do'a ku untukmu selalu ada dengan harapku dan harapan sesama agar engkau tak pernah jenuh dengan kami, yang masih akan selalu membutuhkanmu. (F.U)

Friday, 14 February 2014

Tukang Komputer Pencuri Hati

ya robb.. sungguh aq malu meminta hal ini kepada Engkau ya robb.. merasa ngga layak meminta hal ini sebagai hambamu yang penuh akan banyak dosa dan kekurangan yang ada di dalam diriku. tetapi, kepada siapa lagi kah aq menceritakan keinginanku, harapanku, niatku dan cita-citaku yaa malik, yaa rahmaan, yaa rahiim.. hanya engkau maha yang merajai dan menguasai.
indah ardian
sungguhnya hati ini sudah merasakan terjatuhnya kepada hambamu ya allah, hingga dia yang ku harapkan dapat mendampingiku menggapai keridhoan engkau yaRobbi..
sungguh hati ini tak kuasa karena sesungguhnya rasa cinta ini hanya dapatku simpan hingga waktu yang indah itu datang, memandang dan mengamati dia makhluk ciptaan engkau yang sempurna itu dipandanganku.
entahlah, mengapa aq hanya mengharapkan dia sebagai seseorang imam bagiku yang ku dambakan. berbagai sudut pandang aq mengamatinya diam-diam dari rasa cintanya dia memperlakukan keluargaNya terutama terhadap kedua orang tua'a ema dan bapaknya, rasa sayang'a dia tampakan pula terhadap saudara-saudaranya yang nampak jelas terlihat. serta tanggung jawabnya sebagai seorang laki-laki. subhanallah......
sekali lagi mungkin terlalu egois dan terasa munafik untuk aq meminta kepada engkau agar aq di jodohkan dengannya. walaupun, aq tau apa yang baik dimata manusia belum tentu baik dihadapanmu ya robb.. aq memohon agar engkau jaga keimanannya calon imamku yang baik hatinya itu, engkau pelihara hati dan iman'a dan begitu pula aq memohon agar engkau memelihara keimanan dalam qolbu ku agar tetap rapih dan baik agar tak cepat dan tak nampak lusuh. aq ingin agar engkau jadikan aq sebagai hambamu yang selalu bertakwa, dan dapat menjadi makmum'a yang soleha.
bagi orang laen mungkin dia biasa namun tidak bagiku insya alloh dia calon imam yang luar biasa kegigihannya, ketaatannya dalam ibadah yang membuatku terkagum akan sosoknya. terkadang malu rasanya mengharapkan yang terlalu besar untuk masa depanku bersamanya karena aq bukan siapa-siapa. semangat iin, ema selalu mendukung dan mendo'akan kamu anakku :'( terharu dan bahagia dapat lampu hijau dari orang tua aamiiiin yaa robbal 'alamiin...
aq ingin menjadi makmum dalam satu shaf dibelakangmu, sungguh keindahan yang luar biasa subhanallah.. tiada daya dan upaya selain ketetapan engkau ya robb.. ingin mencantumkan namanya dibelakang namaku disuatu hari menjelang..!
ingin bersujud, di depan ka'bah bersamanya kelak astagfirulloh .. sungguh sangat besar keinginan dan harapan ini hingga air matakupun menetes seketika. pantaskah aq? ya alloh indahkanlah harapan kami baik didunia dan akhirat bagi agama serta kehidupan ini. aq hempaskan seluruh harapanku bersama do'a terhadap engkau yaa robb. berikanlah yang terbaik bagi aq dan calon imam yang terbaik itu dari seluruh pilihan engkau.. jadikan persahabatan kami hingga tak lekang oleh waktu dalam perjalanan kami ya alloh ya robb.. yang maha kuasa ..

Thursday, 26 September 2013

rasa ini ingin selalu bilang i miss you hunny

indah wati djarman

buat kamu yang tercinta aku, mencintaimu di mulai dari rintikan hujan menyirami taman, harumnya debu semenjak tanah terguyur hujan...alah ko jadi lebay giniii..
nah looh.. ini yang namanya cinta unik dan bikin hari-hari semaki indah dan bertambah indah...
lewat buku yang ku pinjam, engga pernah nyangka cinta mu bersemi lewat hal sekecil itu, memang benar yang namanya jalan kehidupan ini enggak ada yang dapat memprediksi, siklusnya serba spontan penuh proses dan pertimbangan matang.
tiap kali aq berdo'a sebisa mungkin ku selipkan kerinduanku, keinginanku, harapan besarku, bahagia bersama dia yang selalu memberi semangat kepada ku 6 bulan belakangan ini kepadaku...engga singkat tp,itulah yang namanya sahabat dan bertambah cinta..
sekali lagi cinta, dapat di bentuk lewat hati ketulusan, kesetiaan, pengertian, rasa tanggung jawab yang besar, dan berani mengambil tantangan, aku banyak belajar melalui cinta. cinta yang diharapkan melalui do'a insya allah menghasilkan hasil yang manis, sekalipun proses-nya tak semanis hasilnya.. do'akan indah dan ardian yach semoga hubungan aq dan dia dapat di ridhoi allah swt.. selalu terjaga dalam perlindungan dan keharmonisan..

"jodoh itu misteri. kadang tuhan menempatkannya tidak jauh dari sisi kita, tetapi baru jauh setelahnyalah kita tahu bahwa orang itu akan hidup bersama kita selama-lamanya". aamiiin yaa robb...

Monday, 15 July 2013

al-fawa'id

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699, dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu)
Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata:
“Menempuh jalan menuntut ilmu memiliki dua makna:
1. Secara hakikat, yaitu melangkahkan kaki untuk menghadiri majelis ilmu.
2. Lebih luas, yaitu menempuh berbagai cara yang mengantarkan menuju ilmu seperti menulis, menghafal, mempelajari, mengulangi, memahami, dan sebagainya.” (Risalah Waratsah Anbiya’ Syarh Hadits Abi Darda’, hlm. 12)
Di antara cara menimba ilmu yang sangat bermanfaat adalah menghimpun fawaid (faedah) yang kita dengar, lihat, baca, dan sebagainya.
Definisi Al-Fawaid
Al-Fawaid adalah bentuk jamak (plural) dari al-faidah yang secara bahasa artinya adalah setiap yang engkau dapatkan berupa ilmu, harta, dan sebagainya. (Ash-Shihah al-Jauhari, 2/521)
Adapun maksud al-Fawaid dalam pengertian para penulis kitab adalah sebuah kitab yang menghimpun beberapa masalah yang beraneka macam mutiara ilmu dan hal-hal penting yang diperoleh oleh seseorang selama perjalanan panjangnya bersama ilmu, ulama, kitab, fakta, dan sebagainya, yang tidak hanya terbatas pada satu bidang tertentu saja, tetapi mencakup banyak bidang ilmu seperti: tafsir, hadits, akhlak, bahasa, syair, tarikh, kisah, fatwa, dan sebagainya. (Lihat Muqaddimah Fawaid al-Fawaid, Syaikh Ali Hasan al-Halabi, hlm. 7)
Manfaat Menghimpun Al-Fawaid
Mengetahui buah dari sebuah bidang ilmu sangatlah bermanfaat, sebab kita akan terdorong untuk lebih perhatian dan bersemangat meraihnya. Adapun manfaat menghimpun fawaid banyak sekali, di antaranya:
1. Menjaga dan Mengikat Ilmu
Tulisan sangat penting untuk menjaga ilmu, lebih meresap dalam hafalan, memudahkan kita untuk membaca ulang terutama apabila dibutuhkan, bisa dibawa ke sana kemari, dan sebagainya. Betapa seringnya seseorang yang menyepelekan sebuah faedah karena mengandalkan hafalannya seraya mengatakan: “Ah, gampang…insya Allah saya tidak lupa.” Tapi akhirnya dia lupa dan berangan-angan, aduhai seandainya dahulu dia menulisnya!
Oleh karena itu, camkanlah baik-baik nasehat Sya’bi: “Apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekalipun di tembok.”
Imam Syafi’i rahimahullah juga bertutur: “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja.” (Diwan Syafi’i, hlm. 3)
2. Menambah Khazanah Ilmu Pengetahuan
Banyak di antara kita yang telah lama menghadiri majelis ta’lim dan banyak membaca buku atau majalah, tetapi dia merasa bahwa dia tidak memiliki kekuatan ilmu, padahal seandainya dia mau rajin mencatat masalah-masalah ilmu yang penting dalam sebuah daftar khusus, menyusunnya, kemudian dia sering membacanya berulang-ulang, niscaya dengan izin Allah dia akan merasa bahwa dirinya memiliki bahan yang cukup banyak, baik untuk menyampaikan khutbah, pengajian, tulisan, cerita, dan lainnya.
3. Barang SImpanan di Masa Tua
Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid berkata: “Di antara faedah menghimpun fawaid yang paling berharga ialah ketika di saat lanjut usia dan badan telah lemah, dia akan memiliki bahan yang dapat dia nukil tanpa bersusah payah harus mencari-cari lagi.” (Hilyah Thalib, hlm. 261 -Syarh Ibnu Utsaimin).
Sebagai contoh, al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata tentang hadits Umar radhiyallahu ’anhu (tentang niat): “Saya telah meneliti jalur riwayat hadits ini dalam kitab-kitab hadits yang populer dan kitab-kitab kecil semenjak aku menuntut ilmu hadits sampai sekarang, namun saya tidak mendapatkan lebih dari seratus jalur.” (Fathul Bari, I/15)
Menarik juga ucapan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad tentang dirinya: “Kenanganku yang paling menarik adalah buku-buku kurikulum dan buku tulisku ketika bersekolah dulu semenjak ibtidai’yyah, mutawassithah, tsanawiyyah, dan jami’ah, semuanya masih ada dalam lemariku sampai sekarang.” (AKhir kitab ar-Radd ’ala Man Kadzdzba Ahadits Shahihah ’anil Mahdi).
POTRET SALAF DALAM MENGHIMPUN AL-FAWAID (Al-Musyawwiq ila Qira’ah wa Thalibi Ilmi, oleh Ali bin Muhammad al-Imran, hlm. 121-122)
Apabila anda membaca sejarah para ulama dan bagaimana semangat mereka dalam memanfaatkan waktu dan mencatat faedah, niscaya anda akan terheran-heran!!
Berikut sekelumit contoh kabar tentang mereka:
1. Imam Bukhari yang digelari sebagai “Jabal Hifzh” (hafalannya seperti gunung), beliau bangun berkali-kali dalam satu malam untuk mencatat faedah. Berkata al-Firabri: “Pada suatu malam, saya pernah bersama Muhammad bin Ismail (Imam Bukhari) di rumahnya, saya menghitung dia bangun dan menyalakan lampu untuk mengingat ilmu dan mencatatnya sebanyak delapan belas kali dalam satu malam.” (Siyar A’lam Nubala, 12/404)
2. Imam Asy-Syafi’i (204 H) yang namanya tak asing lagi bagi kita. Kawannya, al-Humaidi, menceritakan bahwa dirinya tatkala di Mesir pernah keluar pada suatu malam, ternyata lampu rumah Imam Asy-Syafi’i masih menyala. Tatkala dia naik ternyata dia mendapati kertas dan alat tulis. Dia berkata: “Apa semua ini wahaiAbu Abdillah (Imam Syafi’i)?!” Beliau menjawab: “Saya teringat tentang makna suatu hadits dan saya khawatir akan hilang dariku, maka saya pun segera menyalakan lampu dan menulisnya.” (Adab Syafi’i wa Manaqibuhu, Ibnu Abi Hatim, hlm. 44-45)
3. Abul Qasim bin Ward at-Tamimi (540 H). Diceritakan oleh Ibnu Abbar al-Hafizh bahwa beliau tidak mendapatkan sebuah kitab pun kecuali dia menelaah bagian atas dan bawahnya, kalau beliau menjumpai sebuah faedah padanya maka beliau salin di kertas miliknya, sehingga terkumpul banyak sekali. (Mu’jam Ashhabi ash-Shadafhi, hlm. 25)
4. Az-Zarkasyi (794 H). Diceritakan oleh Ibnu Hajar bahwa beliau sering sekali pergi ke pasar buku, kalau dia datang ke sana menelaah di toko buku sepanjang siang, dia menulis masalah-masalah yang menarik di sebuah kertas, kemudian apabila dia pulang ke rumah dia salin ke kitab-kitab karyanya. (Ad-Durar al-Kaminah, 3/397-398)
Para ulama banyak membukukan fawaid mereka dalam kitab tersendiri. Sebut misalnya, kitab al-Funun oleh Ibnu Aqil yang merupakan kitab terbesar dalam masalah ini, Shaidhul Khathir oleh Ibnul Jauzi, Qaidul Awabid oleh ad-Daghuli sebanyak empat ratus jilid, Bada’i Fawaid dan al-Fawaid oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, at-Tadzkirah oleh al-Kindi dalam lima puluh jilid, Majma’ Fawaid wa Manba’ Faraid oleh al-Miqrizi sebanyak seratus jilid, Tadzkirah Suyuthi sebanyak lima puluh jilid, dan masih banyak lagi lainnya.
BEBERAPA MASALAH TENTANG AL-FAWAID
Untuk melengkapi bahasan ini ada beberapa permasalahan penting yang perlu untuk diperhatikan bersama seputar maslah fawaid sebagai berikut:
1. Jangan Meremehkan Faedah
Jangan sekali-kali menganggap sepele sebuah faedah, karena satu faedah diremehkan…kemudian diremehkan…kemudian diremehkan; kalau dikumpulkan maka akan terkumpul banyak sekali.
Imam Nawawi rahimahullah menasehatkan kepada para penuntut ilmuagar mencatat hal-hal berharga yang dia peroleh ketika menelaah kitab ataupun mendengar dari seorang guru: “Janganlah dia meremehkan suatu faedah yang dia dapatkan atau dengar dalam bidang apa pun, tetapi hendakna dia segera mencatat dan sering berulang-ulang membaca kembali catatannya.”
Beliau juga menasehatkan: “Janganlah dia menunda untuk mencatat sebuah faedah sekalipun dia menganggapnya mudah, sebab betapa banyak kecacatan dikarenakan menunda, apalagi di waktu lain dia akan mendapatkan ilmu baru lagi.” (AL-Majmu’, 1/38-39)
Sebuah nasehat yang sangat berharga dari Imam Nawawi rahimahullah. Peganglah erat-erat nasehat ini niscaya engkau akan mendapatkan manfaat yang besar. Sungguh, betapa banyak di antara kita yang kecewa dan mengeluh karena dia tidak mencatat ilmu yang dia peroleh atau hanya berpedoman pada hafalannya saja, tetapi hafalannya pun pudar tidak dapat membantunya.
Coba bayangkan, orang seperti al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah yang dikenal sebagai ulama kondang saja, beliau pernah kecewa karena tidak mencatat sebagian faedah dalam bidang tafsir (lihat al-Jawahir wa ad-Durar, as-Sakawi, 2/611). Lantas bagaimana kiranya dengan kita??
2. Jangan Sembunyikan Faedah
Terkadang terlontar sebuah permasalahan di suatu majelis sesama penuntut ilmu atau sesama kawan sendiri, sedangkan engkau tahu jawabannya yang seandainya mereka mendengarnya darimu niscaya akan memperoleh faedah yang sangat banyak. Namun terkadang setan membisikkan kepadamu: “Kalau kamu sampaikan ilmu ini, niscaya mereka akan tahu dan menukilnya kepada manusia tetapi kebaikanmu tidak disebut sama sekali.”
Saudaraku, lemparkanlah jauh-jauh bisikan setan ini, sebab orang seperti ini tidak akan barokah ilmunya, dan kamu tahu sendiri ancaman bagi orang yang menyembunyikan ilmu. Keluarkanlah faedahmu dengan segera, semoga Allah melipat-gandakan pahala bagimu. (Ma’alim fi Thalabi Ilmi, Abdul Aizi as-Sadhan, hlm. 290)
3. Sandarkan Kepada Ahlinya
Dahulu dikatakan: “Termasuk keberkahan ilmu ialah engkau menyandarkannya kepada ahlinya.” (Bustanul Arifin, hlm. 29, an-Nawawi).
Apabila ada seorang yang memberikan faedah kepadamu
berupa ilmu maka banyaklah terima kasih padanya selama-lamanya
Katakanlah: Semoga Allah membalas si fulan dengan kebaikan
Karena dia telah memberiku faedah, tinggalkan kesombongan dan kedengkian.
Terkadang kita mendapatkan sebuah faedah berharga dari seorang kawan yang telah bersusah payah mendapatkannya, tetapi setelah itu kita menasabkannya kepada diri kita sendiri tanpa mengingat jerih payah saudara kita. Jangan, sekali-kali jangan, hindarilah perangai jelek ini. Hargailah jasa orang lain padamu, semoga Allah memberkahi ilmumu.
4. Jangan Lupa Muraja’ah
Apabila anda telah memiliki buku yang menghimpun masalah-masalah penting ini, maka seringlah anda membacanya berkali-kali, baik dengan diajarkan kepada orang lain secara lisan maupun tulisan, atau sekedar dibaca sendiri; karena ilmu apabila tidak sering diulang-ulang maka lambat laun akan pudar dari ingatan.
Diceritakan oleh Ibnul Jauzi rahimahullah dalam al-Hatstsu ’ala Hifzhi Kitab hal. 21 bahwa ada seorang alim yang mengulang-ulang pelajaran di rumahnya berkali-kali. Seorang nenek tua akhirnya berkomentar: “Demi Allah, aku telah menghafalnya.” Sang alim pun menyuruh nenek tadi supaya mengulanginya dan dia pun dapat mengulanginya. Setelah beberapa hari kemudian, sang alim berkata kepada nenek tadi: “Nek, coba ulangi pelajaran waktu itu.” SI nenek menjawab: “Kalau sekarang ya saya sudah lupa.” Sang alim berkata: “Saya selalu mengulang hafalanku berkali-kali agar tidak menimpaku apa yang telah menimpamu.”
Akhirul Kalam
Saudaraku, perjalanan menimba ilmu begitu panjang, sebagaimana kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Dua orang yang bersemangat tidak pernah kenyang: penuntut ilmu dan pemburu dunia.” (Shahih al-Jami’, 5/374)
Sebagian ulama mengatakan: “Penuntut ilmu hadits bersama tinta hingga ke liang kuburan.”
Pernah dikatakan kepada Imam Ibnu Mubarak rahimahullah: “Seandainya saja engkau dihidupkan kembali setelah mati, apa yang ingin kamu lakukan?” Beliau menjawab: “Aku akan menuntut ilmu hingga malaikat maut mencabut nyawa untuk kedua kalinya.”
Oleh karena itu, bersemangatlah wahai saudaraku – semoga Allah menjagamu – untuk menambah bekal ilmu dan jangan pernah sekali-kali meninggalkan ilmu. (Ma’alim fi Thalabi Ilmi, Abdul Aziz as-Sadhan, hlm. 322). Wallahu A’lam
Ditulis oleh: Ustadz Abu Ubaidah al-Atsari.
Dikutip dari Majalah Al-Furqan, Edisi 1 tahun 6, Sya’ban 1427 H (September 2006)
dikutip lagi dari website : http://abuzuhriy.com/al-fawaid/

Friday, 5 July 2013

gendong aku sampai ajalku tiba




Suatu malam ketika aku kembali ke rumah, istriku menghidangkan makan malam untukku. Sambil memegang tangannya aku berkata, "Saya ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Istriku lalu duduk di samping sambil menemaniku menikmati makan malam dengan tenang. Tiba-tiba aku tidak tahu harus memulai percakapan dari mana. Kata-kata rasanya berat keluar dari mulutku.

Aku ingin sebuah perceraian di antara kami, karena itu aku beranikan diriku. Nampaknya dia tidak terganggu sama sekali dengan pembicaraanku, dia malah balik bertanya kepadaku dengan tenang, "Mengapa?" Aku menolak menjawabnya, ini membuatnya sungguh marah kepadaku. Malam itu kami tidak saling bertegur sapa. Dia terus menangis dan menangis. Aku tahu bahwa dia ingin tahu alasan di balik keinginanku untuk bercerai.


Dengan sebuah rasa bersalah yang dalam, aku membuat sebuah pernyataan persetujuan untuk bercerai dan dia dapat memiliki rumah kami, mobil, dan 30% dari keuntungan perusahaan kami. Dia sungguh marah dan merobek kertas itu. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya bersamaku itu telah menjadi orang yang asing di hatiku. Aku minta maaf kepadanya karena dia telah membuang waktunya 10 tahun bersamaku, untuk semua usaha dan energi yang diberikan kepadaku, tapi aku tidak dapat menarik kembali apa yang telah kukatakan kepada Jane, wanita simpananku, bahwa aku sungguh mencintainya. Istriku menangis lagi. Bagiku tangisannya sekarang tidak berarti apa-apa lagi. Keinginanku untuk bercerai telah bulat.

Hari berikutnya, ketika aku kembali ke rumah sedikit larut, kutemukan dia sedang menulis sesuatu di atas meja di ruang tidur kami. Aku tidak makan malam tapi langsung pergi tidur karena ngantuk yang tak tertahankan akibat rasa capai sesudah seharian bertemu dengan Jane. Ketika terbangun, kulihat dia masih duduk di samping meja itu sambil melanjutkan tulisannya. Aku tidak menghiraukannya dan kembali meneruskan tidurku.

Pagi harinya, dia menyerahkan syarat-syarat perceraian yang telah ditulisnya sejak semalam kepadaku. Dia tidak menginginkan sesuatupun dariku, tetapi hanya membutuhkan waktu sebulan sebelum perceraian. Dia memintaku dalam sebulan itu, kami berdua harus berjuang untuk hidup normal layaknya suami istri. Alasannya sangat sederhana. Putra kami akan menjalani ujian dalam bulan itu sehingga dia tidak ingin mengganggunya dengan rencana perceraian kami. Selain itu, dia juga meminta agar aku harus menggendongnya sambil mengenang kembali saat pesta pernikahan kami. Dia memintaku untuk menggendongnya selama sebulan itu dari kamar tidur sampai muka depan pintu setiap pagi.

Aku pikir dia sudah gila. Akan tetapi, biarlah kucoba untuk membuat hari-hari terakhir kami menjadi indah demi perceraian yang kuinginkan, aku pun menyetujui syarat-syarat yang dia berikan. Aku menceritakan kepada Jane tentang hal itu. Jane tertawa terbahak-bahak mendengarnya. "Terserah saja apa yang menjadi tuntutannya tapi yang pasti dia akan menghadapi perceraian yang telah kita rencanakan," kata Jane.

Ada rasa kaku saat menggendongnya untuk pertama kali, karena kami memang tak pernah lagi melakukan hubungan suami istri belakangan ini. Putra kami melihatnya dan bertepuk tangan di belakang kami. "Wow, papa sedang menggendong mama." Sambil memelukku dengan erat, istriku berkata, "Jangan beritahukan perceraian ini kepada putra kita." Aku menurunkannya di depan pintu. Dia lalu pergi ke depan rumah untuk menunggu bus yang akan membawanya ke tempat kerjanya, sedangkan aku mengendarai mobil sendirian ke kantorku.

Pada hari kedua, kami berdua melakukannya dengan lebih mudah. Dia merapat melekat erat di dadaku. Aku dapat mencium dan merasakan keharuman tubuhnya. Aku menyadari bahwa aku tidak memperhatikan wanita ini dengan seksama untuk waktu yang agak lama. Aku menyadari bahwa dia tidak muda seperti dulu lagi, ada bintik-bintik kecil di wajahnya, rambutnya pun sudah mulai beruban. Namun entah kenapa, hal itu membuatku mengingat bagaimana pernikahan kami dulu.

Pada hari keempat, ketika aku menggendongnya, aku mulai merasakan kedekatan. Inilah wanita yang telah memberi dan mengorbankan 10 tahun kehidupannya untukku. Pada hari keenam dan ketujuh, aku mulai menyadari bahwa kedekatan kami sebagai suami istri mulai tumbuh kembali di hatiku. Aku tentu tidak mengatakan perasaan ini kepada Jane.

Suatu hari, aku memperhatikan dia sedang memilih pakaian yang hendak dia kenakan. Dia mencoba beberapa darinya tapi tidak menemukan satu pun yang cocok untuknya. Dia sedikit mengeluh, "Semua pakaianku terasa terlalu besar untuk tubuhku sekarang." Aku mulai menyadari bahwa dia semakin kurus dan itulah sebabnya kenapa aku dapat dengan mudah menggendongnya. Aku menyadari bahwa dia telah memendam banyak luka dan kepahitan hidup di hatinya. Aku lalu mengulurkan tanganku dan menyentuh kepalanya.

Tiba-tiba putra kami muncul dan berkata," Papa, sekarang saatnya untuk menggendong dan membawa mama." Bagi putraku, melihatku menggendong dan membawa mamanya menjadi peristiwa yang penting dalam hidupnya. Istriku mendekati putra kami dan memeluk erat tubuhnya penuh keharuan. Aku memalingkan wajahku dari peristiwa yang bisa mempengaruhi dan mengubah keputusanku untuk bercerai.

Aku lalu mengangkatnya dengan kedua tanganku, berjalan dari kamar tidur kami, melalui ruang santai sampai ke pintu depan. Tangannya melingkar erat di leherku dengan lembut dan sangat romantis layaknya suami istri yang harmonis. Aku pun memeluk erat tubuhnya, seperti momen hari pernikahan kami 10 tahun yang lalu. Akan tetapi tubuhnya yang sekarang ringan membuatku sedih.

Pada hari terakhir, aku menggendongnya dengan kedua lenganku. Aku susah bergerak meski cuma selangkah ke depan. Putra kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluknya erat sambil berkata, "Aku tidak pernah memperhatikan selama ini hidup pernikahan kita telah kehilangan keintiman satu dengan yang lain."

Aku mengendarai sendiri kendaraan ke kantorku, mampir ke tempat Jane. Melompat keluar dari mobilku tanpa mengunci pintunya. Begitu cepatnya karena aku takut jangan sampai ada sesuatu yang membuatku mengubah pikiranku. Aku naik ke lantai atas. Jane membuka pintu dan aku langsung berkata padanya. "Maaf Jane, aku tidak ingin menceraikan istriku."

Jane memandangku penuh tanda tanya bercampur keheranan dan kemudian menyentuh dahiku dengan jarinya. Aku mengelak dan berkata, "Maaf Jane, aku tidak akan bercerai. Hidup perkawinanku terasa membosankan karena dia dan aku tidak memaknai setiap momen kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai satu sama lain. Sekarang aku menyadari sejak aku menggendongnya sebagai syaratnya itu, aku ingin terus menggendongnya sampai hari kematian kami." 

Jane sangat kaget mendengar jawabanku. Dia menamparku dan kemudian membanting pintu dengan keras. Aku tidak menghiraukannya. Aku menuruni tangga dan mengendarai mobilku pergi menjauhinya. Aku singgah di sebuah toko bunga di sepanjang jalan itu, aku memesan bunga untuk istriku. Gadis penjual bunga bertanya apa yang harus kutulis di kartunya. Aku tersenyum dan menulis, "Aku akan menggendongmu setiap pagi sampai kematian menjemput."

Petang hari ketika aku tiba di rumah, dengan bunga di tanganku, sebuah senyum menghias wajahku. Aku berlari hanya untuk bertemu dengan istriku dan menyerahkan bunga itu sambil merangkulnya untuk memulai sesuatu yang baru dalam perkawinan kami. Tapi apa yang kutemukan? Istriku telah meninggal di atas tempat tidur yang telah kami tempati bersama 10 tahun pernikahan kami.

Aku baru tahu kalau istriku selama ini berjuang melawan kanker ganas yang telah menyerangnya berbulan-bulan tanpa pengetahuanku karena kesibukanku menjalin hubungan asmara dengan Jane. Istriku tahu bahwa dia akan meninggal dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun begitu, dia ingin menyelamatkanku dari pandangan negatif yang mungkin lahir dari putra kami karena aku menginginkan perceraian, karena reaksi kebodohanku sebagai seorang suami dan ayah, untuk menceraikan wanita yang telah berkorban selama sepuluh tahun yang mempertahankan pernikahan kami dan demi putra kami.

Betapa berharganya sebuah pernikahan saat kita bisa melihat atau mengingat apa yang membuatnya berharga. Ingat ketika dulu perjuangan yang harus dilakukan, ingat tentang kejadian-kejadian yang telah terjadi di antara kalian, ingat juga tentang janji pernikahan yang telah dikatakan. Semuanya itu harusnya hanya berakhir saat maut memisahkan.

------------------

Sekecil apapun dari peristiwa atau hal dalam hidup sangat mempengaruhi hubungan kita. Itu bukan tergantung pada uang di bank, mobil atau kekayaan apapun namanya. Semuanya ini bisa menciptakan peluang untuk menggapai kebahagiaan tapi sangat pasti bahwa mereka tidak bisa memberikan kebahagiaan itu dari diri mereka sendiri. Suami-istrilah yang harus saling memberi demi kebahagiaan itu.

Karena itu, selalu dan selamanya jadilah teman bagi pasanganmu dan buatlah hal-hal yang kecil untuknya yang dapat membangun dan memperkuat hubungan dan keakraban di dalam hidup perkawinanmu. Milikilah sebuah perkawinan yang bahagia. Kamu pasti bisa mendapatkannya. 

Jika engkau tidak ingin berbagi cerita ini, pasti tidak akan terjadi sesuatu padamu di hari-hari hidupmu.

Akan tetapi, jika engkau mau berbagi cerita ini kepada saudara, sahabat atau kenalanmu. Maka ada kemungkinan, engkau dapat menyelamatkan perkawinan orang lain, terutama mereka yang sedang mengalami masalah dalam pernikahan mereka. Semoga demikianlah adanya.



Dikutip dari berbagai sumber